Ganti domain

June 09, 20212 min read

Cover Image - "Ganti domain"
Photo by Noah Buscher on Unsplash

Akhir Mei lalu saya mendapati email untuk segera melakukan pembayaran tagihan 1 tahun kedepan. Karena tidak mengaktifkan "auto renewal", sudah seharusnya saya harus membayarnya sendiri. Fyi, waktu itu saya menyewa domain opakholis.me menggunakan Jenius, yap! Jenius sangat membantu dengan fitur VISA-nya. Berlakunya regulasi Jenius yang baru memutuskan saya untuk tidak menggunakan lagi—kamu tau alasan saya melakukannya!—dan menjadi alasan kenapa saya tidak bisa mengaktifkan auto renewal.

Ketika disuruh untuk segera membayarnya, saya bertingkah sebaliknya, BODOAMAT. Bukan tanpa alasan, artikel ini yang membentuk sikap saya saat itu. Akibatnya saya kehilangan "form checkout" yang seharusnya digunakan untuk membayar tagihan. Dan lucunya itu belum sampai 30 hari, atau memang saya tidak menyadarinya? entahlah.

Saya bahkan tidak tahu bahwa domain yang telah expired tidak bisa langsung didaftarkan kembali. Dengan bodohnya, melakukan "transfer domain" adalah satu-satunya pilihan yang masuk akal, terlebih biaya yang dikeluarkan sedikit lebih murah, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya, bukan?

~Oke proses transfer domain memakan waktu hingga 7 hari.

Karena tidak ada perkembangan lebih lanjut, saya memutuskan menghubungi mbak costumer service. Dan benar saja domain tersebut sedang dalam tahap penghapusan. Dalam hal ini saya harus merelakannya atau membayar 10x lipat dari harga normal untuk mengaktifkan kembali si domain.

Akhirnya saya memutuskan untuk memberi nama domain baru opakholis.dev untuk blog ini.

Setidaknya ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan:

  • Saya menyukai TLD (Top-level domain) .me yang menurut saya merujuk ke domain personal (me = saya != kami)—fun fact: merupakan ccTLD dari Montenegro—masalahnya saya malas memikirkan nama baru. "opa", "oppa", "opakholismajid" or something else. Tidak ingin pusing sendiri, ahkhirnya tetap menggunakan nama opakholis.
  • Biaya gTLD .dev relatif murah—sedikit—dibanding .me yang sebelumnya saya pakai.
  • Dilatarbelakangi sebagai seorang developer ehm, kedepannya saya ingin mencoba menambahkan pembahasan teknikal ke tulisan-tulisan berikutnya, khususnya javascript. Memilih dot dev sebagai TLD merupakan pilihan yang tepat, bukan?

Sebagi penutup, perlu kamu tahu bahwa terciptanya blog ini merupakan 1% proses yang saya ciptakan untuk mengubah habit lama yang terbilang banyak membuang waktu dengan hiburan

Dan terima kasih sudah membaca!


Spotify

/advices/books /now/snippets/uses